Denting waktu telah berbunyi, hari baru telah melangkah, sebongkah ratna telah hadir…

Pernikahan…sebuah kata yang memiliki arti agung, tapi memberi sebuah rasa yang sophisticated (rumit) untuk dipaparkan. Gelombang perzinaan membanjiri kehidupan warga dunia. Pornografi, pacaran, sex bebas, aborsi, pemerkosaan, dan maraknya media yang menjadi corong publikasi ‘anak kandung’ iblis ini.

Diri kita terpana melihat itu semua. Ingin rasanya mulut ini berteriak, meneriakkan sepotong kata…Menikah…

apakah para ‘aktivis’ perzinaan itu tidak membuka mata mereka (atau kah…mereka sudah tidak dapat membuka mata mereka?)

Sungguh indah ucapan seorang penya’ir:

Renungkan ucapan orang yang mempunyai nasihat dan kasih sayang
Bersegeralah menikah, maka engkau akan mendapatkan kebanggaanmu

Ambillah dari tumbuhan yang merdeka lagi murni
Dan makmurkan rumahmu dengan takwa dan kebajikan

Jangan terpedaya dengan kecantikan, karena ia menumbuhkan
tumbuhan terburuk yang menampakkan kebinasaanmu

Takwa kepada Allah adalah sebaik-baik bekal
Maka makmurkanlah malam dan siangmu dengan berdzikir

Pernikahan…

Sebuah solusi pamungkas dari sang pembuat manual book of life (Al-quran), Alloh Ta’ala

Mari kita simak perkataan manusia terbaik, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; sebab puasa dapat menekan syahwatnya.[HR. Al-Bukhari (no. 5066) kitab an-Nikaah, Muslim (no. 1402) kitab an-Nikaah, dan at-Tirmidzi (no. 1087) kitab an-Nikaah]

Nikah merupakan sebuah ‘mode default‘, bahasa syar’i nya adalah fitrah, untuk menyalurkan gharizah insaniyyah (naluri kemanusiaan). Apabila gharizah (naluri) ini tidak dipenuhi dengan jalan yang sah, yaitu pernikahan, maka ia akan mencari jalan-jalan sesat yang menjerumuskan manusia ke lembah hitam. Begitu superb (luar biasa) nya manfaat pernikahan.

Mari kita simak perkataan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya):

Shahabat Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : ‘Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh imannya. Dan hendaklah ia bertaqwa ke-pada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.”[Hadits hasan: Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath (no. 7643, 8789). Syaikh al-Albani rahimahullaah menghasankan hadits ini, lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 625)]

Implikasi dari perbuatan tidak menikah dan terus menyuburkan aktivitas perzinaan adalah chaos (kekacauan)…

Data kehamilan remaja di Indonesia menunjukkan hamil di luar nikah karena diperkosa
sebanyak 3,2 %, karena sama-sama mau sebanyak 12,9 % dan tidak terduga sebanyak 45 %. Seks bebas sendiri mencapai 22,6 %.
Demikian dibeberkan oleh pengamat kesehatan reproduksi remaja Dr Boy Abidin SpOG usai menjadi salah satu pembicara sex education di SMA 68, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat.

[http://www.indofamily.net/index.php?option=com_content&task=view&id=1789&Itemid=39]
Kita lihat praktik aborsi (pengguguran kandungan) di Indonesia tetap tinggi dan mencapai 2,5 juta kasus setiap tahunnya.

“Data tersebut belum termasuk kasus aborsi yang dilakukan di jalur non medis (dukun),” kata Guru Besar Universitas YARSI Jakarta, Prof.Dr H Jurnalis Uddin, P.AK. dalam seminar dan lokakarya “Sosialisasi Buku Reinterpretasi Hukum Islam Tentang Aborsi” di Hotel Santika, Surabaya, Sabtu.

Menurut dia, penelitian pada beberapa fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan lembaga kesehatan lainnya menunjukkan bahwa fenomena aborsi di Indonesia perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat.

Dari penelitian WHO diperkirakan 20-60 persen aborsi di Indonesia adalah aborsi disengaja (induced abortion).

Penelitian di 10 kota besar dan enam kabupaten di Indonesia memperkirakan sekitar 2 juta kasus aborsi, 50 persennya terjadi di perkotaan.

Kasus aborsi di perkotaan dilakukan secara diam-diam oleh tanaga kesehatan (70%), sedangkan di pedesaan dilakukan oleh dukun (84%). Klien aborsi terbanyak berada pada kisaran usia 20-29 tahun.

Perempuan yang tidak menginginkan kehamilanya tersebut, kata Jurnalis Uddin, dikarenakan beberapa faktor di antaranya hamil karena perkosaan, janin dideteksi punya cacat genetik, alasan sosial ekonomi, ganguan kesehatan, KB gagal dan lainnya.

“Biasanya hamil karena perkosaan akan menderita gangguan fisik dan jiwa berat seumur hidup,” katanya menjelaskan. [http://www.antara.co.id/arc/2008/2/23/kasus-aborsi-di-indonesia-2-5-juta-setahun/]

Data diatas dapat menjadi gambaran akibat adanya pergaulan yang tidak terkontrol.

Agung sekali tentunya misi dari sebuah pernikahan…

Saya harapkan pernikahan kita semua menjadi tonggak dan kampanye untuk memberangus kampanye ‘anak-anak’ kandung iblis tsb…

Pernikahan adalah hanya sebuah kata…poin yang harus kita lihat adalah makna di balik kata tersebut…

Wallahu a’lam

Regards,

Abu Al-Jauzaa Deddy