Ideologi…tentunya setiap orang yang bergerak dan berjibaku di salah satu ‘puing’ anggota milky way galaxy ini mendasari dengan yang biasa orang istilahkan sebagai ideologi… muatan…visi…or something like that. Hal ini tidak terlepas dari setiap tindak-tanduk manusia, baik disadari atau tidak, karena manusia adalah makhluk sosial. Izinkan saya sedikit mengutip perkataan tokoh dunia yang saya sadur dari wikipedia, “Menurut Ibn Khaldun manusia diciptakan sebagai makhluk politik atau sosial, yaitu makhluk yang selalu membutuhkan orang lain dalam mempertahankan kehidupannya, sehingga kehidupannya dengan masyarakat dan organisasi sosial merupakan sebuah keharusan (dharury) (Muqaddimah: 41)”. Dengan begitu ideologi menjadi bumbu interaksi manusia, atau dalam tataran tertentu bisa menjadi hal yang vital bagi perkembangan varietas khazanah pemikiran manusia.
Berbagai macam penamaan ideologi telah manusia ciptakan. toh manusia hanya bisa memberi nama dan mengelompokkan berbagai kelebat pemikiran manusia lainnya menjadi sebuah kata/kalimat. ideologi ini sifatnya ada yang produktif dan kontra produktif dengan peradaban manusia.
Sejarah menjadi saksi, tumbuh dan tumbangnya berbagai macam ideologi manusia. Dari ideologi Plato sampai komunis!
Toh dari napak tilas sejarah, kita seharusnya melihat kemajuan yang telah dicapai peradaban manusia sekarang ini…tidak terlepas dari kontribusi langsung ataupun tidak langsung dari hasil dialektika pemikiran manusia dahulu.
Dan kawan…saya menyadari bahwa apa yang ada di dalam diri saya ini adalah hasil dari benturan2 ideologi yang ada pada lingkungan dan mengkristal dalam jagat pikiran saya.
Kawan kita semua membawa berbagai macam ideologi, dan ketika kita berjibaku tentunya tidak terlepas dari gesekan2 antara ideologi yg kita bawa. Bagaimana kita mensiasati hal tsb? IMO, kita harus ‘ngobrol’ dengan bahasa yang lembut, bijaksana dan tentunya yang paling penting adalah masih dalam koridor ilmiah…
Wassalam…