Sepotong Nasehat


62% siswi SMP dan SMA tidak gadis lagi…itulah yg menjadi judul dan renungan kita bersama wahai orang tua dan calon orang tua….

Yap. Itulah hasil survey terbaru dari Komisi Nasional Perlindungan Anak 2008 yang dilkukan di 33 propinsi di Indonesia (Dikutip dari majalah Kartini edisi 2235).

ah…luar biasa sekali pergaulan pemuda-pemudi masa kini…astaghfurulloh…ayo para orang tua kerja kita tambah berat…seberat apapun usaha yang kita lakukan untuk mendidik anak2 kita, yakinlah bahwa itu tidak akan sia-sia… tanamkan tauhid dan tanamkan rasa malu…

negeri ini butuh generasi muda yang bisa bertanggung jawab terhadap dirinya masing-masing…kalo mereka tidak bs bertanggung jwb terhadap dirinya masing…bgmn bs mereka dapat menopang tugas memimpin dan merubah lingkungan mereka???

salam hangat

aljauzaa

Ideologi…tentunya setiap orang yang bergerak dan berjibaku di salah satu ‘puing’ anggota milky way galaxy ini mendasari dengan yang biasa orang istilahkan sebagai ideologi… muatan…visi…or something like that. Hal ini tidak terlepas dari setiap tindak-tanduk manusia, baik disadari atau tidak, karena manusia adalah makhluk sosial. Izinkan saya sedikit mengutip perkataan tokoh dunia yang saya sadur dari wikipedia, “Menurut Ibn Khaldun manusia diciptakan sebagai makhluk politik atau sosial, yaitu makhluk yang selalu membutuhkan orang lain dalam mempertahankan kehidupannya, sehingga kehidupannya dengan masyarakat dan organisasi sosial merupakan sebuah keharusan (dharury) (Muqaddimah: 41)”. Dengan begitu ideologi menjadi bumbu interaksi manusia, atau dalam tataran tertentu bisa menjadi hal yang vital bagi perkembangan varietas khazanah pemikiran manusia.

Berbagai macam penamaan ideologi telah manusia ciptakan. toh manusia hanya bisa memberi nama dan mengelompokkan berbagai kelebat pemikiran manusia lainnya menjadi sebuah kata/kalimat. ideologi ini sifatnya ada yang produktif dan kontra produktif dengan peradaban manusia.

Sejarah menjadi saksi, tumbuh dan tumbangnya berbagai macam ideologi manusia. Dari ideologi Plato sampai komunis!

Toh dari napak tilas sejarah, kita seharusnya melihat kemajuan yang telah dicapai peradaban manusia sekarang ini…tidak terlepas dari kontribusi langsung ataupun tidak langsung dari hasil dialektika pemikiran manusia dahulu.

Dan kawan…saya menyadari bahwa apa yang ada di dalam diri saya ini adalah hasil dari benturan2 ideologi yang ada pada lingkungan dan mengkristal dalam jagat pikiran saya.

Kawan kita semua membawa berbagai macam ideologi, dan ketika kita berjibaku tentunya tidak terlepas dari gesekan2 antara ideologi yg kita bawa. Bagaimana kita mensiasati hal tsb? IMO, kita harus ‘ngobrol’ dengan bahasa yang lembut, bijaksana dan tentunya yang paling penting adalah masih dalam koridor ilmiah…

Wassalam…

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan cukuplah pujian itu diperuntukkan kepadaNya. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan atas para hambaNya yang terpilih…amma ba’du:

Saudariku Muslimah, Apakah engkau menginginkan kebahagian? Apakah engkau menginginkan ketenangan? Apakah engkau menginginkan keamanan dan kemapanan? Apakah engkau menginginkan hal itu semuanya di dunia dan di akhirat? Sesungguhnya kebahagian itu wahai saudariku Muslimah, semuanya ada dalam ketaatan kepada Allah. Kebahagian seluruhnya ada di dalam meniti di atas manhaj Allah dan di jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam , Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Dan barangsiapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (Al-Ahzab: 71)

Sesungguhnya kesengsaraan (kemalangan) seluruhnya ada dalam kemaksiatan kepada Allah dan kebinasaan seluruhnya ada pada selain manhaj (jalan) Allah dan RasulNya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata. (Al-Ahzab: 36)
(more…)