Lembayung merona
Mengantar senja
Menyibak tirai malam
Bergelayut khayal dan impian

Kapankah tiba kekasih pujaan
Kerinduan ini telah menjadi bukit-bukit asa
Bilakah kekasih datang
membawa hujan
agar tanah tak lagi kering
karena kemarau yang panjang…
(17/09/2008…she miss me…)

Dalam dahaga
pelukmu membuatku lega
dalam kesedihan
senyummu membuatku nyaman

Dalam ketakutan
genggamanmu membuatku tenang

Dalam hidupku
Kehadiranmu membuatku merasa berarti
karena kau sungguh berarti
Karena tanpamu hidupku tidak berarti
Aku mencintaimu…

Sungguh…
(17/09/2008 – 19.44)

Irama alam

mengalun dalam desiran angin

yang membawa butiran pasir…

Ombak menggulung pasti

dalam hitungan detik

menyapu bibir pantai

Semua itu irama yang akan terus mengalir

tanpa henti hingga ada

yang menghentikkannya

begitu juga irama cinta kita

akan terus

…mengalir…

…mengalun…

…pasti…

…hingga akhir…

(16/09/2008 – 18.51)

Dalam bait-bait sajakku

kau memberinya kehidupan

menciptakan setiap goresan penaku…

bukan aku yang menulisnya

Tapi…cintamulah yang membuat bait-bait sajakku ada

I Love U

Aishiteru…

(13.10.08 12:59)

Ke dalam telaga inginku menyelam

melihat indahnya ratna yang berkilauan diterpa mentari

ke dalam telaga ingin ku menyelam

merasakan sejuknya air suci milik alam

ke dalam telaga ingin ku menyelam

Agar ku tahu jauhnya dasar dari permukaan

Ke dalam telaga ingin ku menyelam

Seingin aku menyelami dirimu

Agar ku tahu apa yang harus ku lakukan untuk mu…

(11.10.08 07:04)

One Response to “My Beloved Wife Poems”

  1. Aljauzaa Says:

    Gemulai angin menusuk tulang…
    Awan Menjaring Matahari di Ketinggian..
    Rintik hujan Membawa hawa Dingin di pelataran…
    Jiwa terasa kosong dalam Diam…

Leave a Reply